Citra Maja Raya, Pilihan Rumah Murah Seharga Rp 157 Jutaan
August 08, 2019

Harga rumah yang terus meroket di Jakarta, akhirnya kini membuat banyak calon pembeli rumah yang melirik kawasan pinggiran Jakarta, salah satu area yang saat ini menjadi pilihan menarik para pencari rumah adalah Maja, Banten.

Maja, secara administratif masuk kedalam Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Lokasi kawasan ini terbilang cukup strategis karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang dan menjadi jalan lintas menuju Kabupaten Bogor. Diperkirakan kedepannya nanti, kawasan penyangga Jakarta seperti Tangerang, Banten dan Bogor akan semakin padat dengan perumahan dan wilayah Maja ini lah yang memiliki peluang besar untuk menjadi wilayah favorit sebagai kantung hunian baru.

Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) telah menetapkan Maja sebagai Kota Kekerabatan berdasarkan Surat Kemenpera No 02/KPTS/M/1998. Melalui surat tersebut, Maja akan dirancang sebagai kawasan permukiman skala besar guna menampung kebutuhan perumahan dengan kapasitas rumah terbangun sebanyak 304.110 unit.

Salah satu pengembang yang saat ini tengah membangun proyek perumahan di Maja adalah Ciputra Group, di sana mereka membangun sebuah proyek berskala kota mandiri dengan luas mencapai 2500 hektar. Proyek yang diberi nama Citra Maja Raya tersebut, nantinya akan berisikan ribuan unit rumah, ruko serta beragam fasilitas yang mewah dan lengkap.

Menariknya, satu unit rumah di Citra Maja Raya, ternyata dijual dengan harga yang cukup bersahabat, yakni mulai dari  Rp 157 jutaan, keberadaan perumahan ini tentunya solusi bagi mereka yang ingin mencari rumah dengan harga miring namun dengan kualitas bahan bangunan yang baik.

Perumahan ini pun dibangun dengan konsep Eco Culture yang mengedepankan unsur keserasian alam yang ramah lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari dibangunnya banyak taman, danau hingga ruang hijau yang teduh dan menyejukan.

Karena dibangun dengan konsep kota mandiri, pilihan unit rumah yang dijual sangat bervariatif, mulai dari tipe Jaati (LB 22 / LT 60) seharga Rp 157 jutaan, Tipe Dravanti (LB 27 / LT 72) dengan harga Rp 195 jutaan dan tipe Taruni (LB 36 / LT 72) seharga Rp 220 jutaan . Banyaknya pilihan unit yang ditawarkan tentu bisa menjadi nilai lebih bagi calon pembeli, karena dapat memilih banyak jenis rumah yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Perumahan ini sebenarnya telah diperkenalkan sejak tahun 2014 silam, saat pertama diluncurkan, hunian ini sebenarnya telah banyak menarik minat calon pembeli rumah, buktinya pada tahun 2014 pihak developer berhasil menjual 7.000 unit rumah dalam waktu hanya 11 hari, bahkan pada tahun 2015 mereka telah berhasil menjual 10.000 unit rumah.

Aksesibilitas di Citra Maja Raya yang Begitu Memanjakan

Kendati dibangun di luar Jakarta perumahan ini memiliki aksesibilitas yang cukup baik menuju pusat kota. Untuk Anda  yang ingin menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan commuter line dengan rute Stasiun Tanah Abang - Serpong - Stasiun Maja, nanti dari stasiun Maja bisa menggunakan bis gratis milik Ciputra yang akan mengantarkan Anda langsung menuju lokasi perumahan. Jarak tempuh dari stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Maja memakan waktu 90 menit.  
Namun bagi mereka yang ingin menggunakan kendaraan pribadi bisa melalui tol Jakarta - Merak, kemudian keluar di Pintu Tol Balaraja Barat KM 37, dari sana kemudian melewati Cisoka terus saja hingga masuk kawasan CItra Maja Raya. Antara pintu tol dengan perumahan 20 kilo meter.

Fasilitas Lengkap di Citra Maja Raya

Layaknya sebuah kota mandiri, perumahan ini juga memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan mewah. Di sana Anda bisa menemukan dan menggunakan fasilitas yang begitu memanjakan mulai dari adanya pusat jajanan kuliner, pasar modern, sport club, family club, wahana rekreasi, rumah ibadah, area komersial, sistem keamanan 24 jam hingga carport di setiap unit rumah.      

Tidak hanya itu, bagi yang ini menuju stasiun Maja, pihak pengembang juga menyediakan fasilitas feeder busway yang akan membawa penghuni rumah menuju stasiun. Bahkan di sana nantinya juga akan dibangun sarana pendidikan yang dapat digunakan oleh masyarakat. Lengkap bukan?